Ketuk nomor ayat di ujung ayat untuk memutar dari ayat itu.
Siap diputar
الجزء ٢٥
٤٣
سورة الزخرف
مكية
سورة الزخرف
وآياتها
٨٩

SURAH AZ-ZUKHRUF

Perhiasan · Latin dan Arti Bahasa Indonesia
89 Ayat · Makkiyyah · Juz 25

Surah Az-Zukhruf (“Perhiasan”) adalah surah ke-43 dalam Al-Qur’an, tergolong Makkiyyah, terdiri dari 89 ayat dan dimulai di Juz 25. Halaman ini menampilkan teks Arab dengan tajwid berwarna, transliterasi Latin, dan terjemahan Bahasa Indonesia (Kemenag RI), dilengkapi audio murottal yang menyorot kata demi kata.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
bismillaahir-rahmaanir-rahiim
١
Ayat
حمٓ١
hha-meem
Artinya: Ḥā Mīm.
٢
Ayat
وَٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ٢
wal-kitābi l-mubīni
Artinya: Demi Kitab (Alquran) yang jelas.
٣
Ayat
إِنَّا جَعَلْنَـٰهُ قُرْءَٲنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ٣
innā jaʿalnāhu qur'ānan ʿarabiyyan laʿallakum taʿqilūna
Artinya: Kami menjadikan Alquran dalam bahasa Arab agar kamu mengerti.
٤
Ayat
وَإِنَّهُۥ فِىٓ أُمِّ ٱلْكِتَـٰبِ لَدَيْنَا لَعَلِىٌّ حَكِيمٌ٤
wa-innahu fī ummi l-kitābi ladaynā laʿaliyyun ḥakīmun
Artinya: Dan sesungguhnya Alquran itu dalam ummul Kitāb (Lauḥ Maḥfūẓ) di sisi Kami, benar-benar (bernilai) tinggi dan penuh hikmah.
٥
Ayat
أَفَنَضْرِبُ عَنكُمُ ٱلذِّكْرَ صَفْحًا أَن كُنتُمْ قَوْمًا مُّسْرِفِينَ٥
afanaḍribu ʿankumu l-dhik'ra ṣafḥan an kuntum qawman mus'rifīna
Artinya: Maka apakah Kami akan berhenti menurunkan ayat-ayat (sebagai peringatan) Alquran kepadamu, karena kamu kaum yang melampuai batas?
٦
Ayat
وَكَمْ أَرْسَلْنَا مِن نَّبِىٍّ فِى ٱلْأَوَّلِينَ٦
wakam arsalnā min nabiyyin fī l-awalīna
Artinya: Dan betapa banyak nabi-nabi yang telah Kami utus kepada umat-umat yang terdahulu.
٧
Ayat
وَمَا يَأْتِيهِم مِّن نَّبِىٍّ إِلَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ٧
wamā yatīhim min nabiyyin illā kānū bihi yastahziūna
Artinya: Dan setiap kali seorang nabi datang kepada mereka, mereka selalu memperolok-olokkannya.
٨
Ayat
فَأَهْلَكْنَآ أَشَدَّ مِنْهُم بَطْشًا وَمَضَىٰ مَثَلُ ٱلْأَوَّلِينَ٨
fa-ahlaknā ashadda min'hum baṭshan wamaḍā mathalu l-awalīna
Artinya: Karena itu, Kami binasakan orang-orang yang lebih besar kekuatannya di antara mereka dan telah berlalu contoh umat-umat terdahulu.
٩
Ayat
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ خَلَقَهُنَّ ٱلْعَزِيزُ ٱلْعَلِيمُ٩
wala-in sa-altahum man khalaqa l-samāwāti wal-arḍa layaqūlunna khalaqahunna l-ʿazīzu l-ʿalīmu
Artinya: Dan jika kamu tanyakan kepada mereka, "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" pastilah mereka akan menjawab, "Semuanya diciptakan oleh Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui."
١٠
Ayat
ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلاً لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ١٠
alladhī jaʿala lakumu l-arḍa mahdan wajaʿala lakum fīhā subulan laʿallakum tahtadūna
Artinya: Yang menjadikan bumi sebagai tempat menetap bagimu dan Dia menjadikan jalan-jalan di atas bumi untukmu agar kamu mendapat petunjuk.
١١
Ayat
وَٱلَّذِى نَزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءَۢ بِقَدَرٍ فَأَنشَرْنَا بِهِۦ بَلْدَةً مَّيْتًا‌ۚ كَذَٲلِكَ تُخْرَجُونَ١١
wa-alladhī nazzala mina l-samāi māan biqadarin fa-ansharnā bihi baldatan maytan kadhālika tukh'rajūna
Artinya: Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).
١٢
Ayat
وَٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٲجَ كُلَّهَا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْفُلْكِ وَٱلْأَنْعَـٰمِ مَا تَرْكَبُونَ١٢
wa-alladhī khalaqa l-azwāja kullahā wajaʿala lakum mina l-ful'ki wal-anʿāmi mā tarkabūna
Artinya: Dan yang menciptakan semua berpasangan-pasangan dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi,
١٣
Ayat
لِتَسْتَوُۥاْ عَلَىٰ ظُهُورِهِۦ ثُمَّ تَذْكُرُواْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا ٱسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُواْ سُبْحَـٰنَ ٱلَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَـٰذَا وَمَا كُنَّا لَهُۥ مُقْرِنِينَ١٣
litastawū ʿalā ẓuhūrihi thumma tadhkurū niʿ'mata rabbikum idhā is'tawaytum ʿalayhi wataqūlū sub'ḥāna alladhī sakhara lanā hādhā wamā kunnā lahu muq'rinīna
Artinya: agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, "Mahasuci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,
١٤
Ayat
وَإِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا لَمُنقَلِبُونَ١٤
wa-innā ilā rabbinā lamunqalibūna
Artinya: dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami."
١٥
Ayat
وَجَعَلُواْ لَهُۥ مِنْ عِبَادِهِۦ جُزْءًا‌ۚ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَكَفُورٌ مُّبِينٌ١٥
wajaʿalū lahu min ʿibādihi juz'an inna l-insāna lakafūrun mubīnun
Artinya: Dan mereka menjadikan sebagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bagian dari-Nya. Sungguh, manusia itu pengingkar (nikmat Tuhan) yang nyata.
١٦
Ayat
أَمِ ٱتَّخَذَ مِمَّا يَخْلُقُ بَنَاتٍ وَأَصْفَـٰكُم بِٱلْبَنِينَ١٦
ami ittakhadha mimmā yakhluqu banātin wa-aṣfākum bil-banīna
Artinya: Pantaskah Dia mengambil anak perempuan dari yang diciptakan-Nya dan memberikan anak laki-laki kepadamu?
١٧
Ayat
وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِمَا ضَرَبَ لِلرَّحْمَـٰنِ مَثَلاً ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ١٧
wa-idhā bushira aḥaduhum bimā ḍaraba lilrraḥmāni mathalan ẓalla wajhuhu mus'waddan wahuwa kaẓīmun
Artinya: Dan apabila salah seorang di antara mereka diberi kabar gembira dengan apa (kelahiran anak perempuan) yang dijadikan sebagai perumpamaan bagi (Allah) Yang Maha Pengasih, jadilah wajahnya hitam pekat karena menahan sedih (dan marah).
١٨
Ayat
أَوَمَن يُنَشَّؤُاْ فِى ٱلْحِلْيَةِ وَهُوَ فِى ٱلْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ١٨
awaman yunasha-u fī l-ḥil'yati wahuwa fī l-khiṣāmi ghayru mubīnin
Artinya: Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan sebagai perhiasan sedang dia tidak mampu memberi alasan yang tegas dan jelas dalam pertengkaran.
١٩
Ayat
وَجَعَلُواْ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةَ ٱلَّذِينَ هُمْ عِبَـٰدُ ٱلرَّحْمَـٰنِ إِنَـٰثًا‌ۚ أَشَهِدُواْ خَلْقَهُمْ‌ۚ سَتُكْتَبُ شَهَـٰدَتُهُمْ وَيُسْــَٔلُونَ١٩
wajaʿalū l-malāikata alladhīna hum ʿibādu l-raḥmāni ināthan ashahidū khalqahum satuk'tabu shahādatuhum wayus'alūna
Artinya: Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat hamba-hamba (Allah) Yang Maha Pengasih itu sebagai jenis perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan (malaikat-malaikat itu)? Kelak akan dituliskan kesaksian mereka dan akan dimintakan pertanggungjawaban.
٢٠
Ayat
وَقَالُواْ لَوْ شَآءَ ٱلرَّحْمَـٰنُ مَا عَبَدْنَـٰهُم‌ۗ مَّا لَهُم بِذَٲلِكَ مِنْ عِلْمٍ‌ۖ إِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ٢٠
waqālū law shāa l-raḥmānu mā ʿabadnāhum mā lahum bidhālika min ʿil'min in hum illā yakhruṣūna
Artinya: Dan mereka berkata, "Sekiranya (Allah) Yang Mahapengasih menghendaki, tentulah kami tidak menyembah mereka (malaikat)." Mereka tidak mempunyai ilmu sedikit pun tentang itu. Tidak lain mereka hanyalah menduga-duga belaka.
٢١
Ayat
أَمْ ءَاتَيْنَـٰهُمْ كِتَـٰبًا مِّن قَبْلِهِۦ فَهُم بِهِۦ مُسْتَمْسِكُونَ٢١
am ātaynāhum kitāban min qablihi fahum bihi mus'tamsikūna
Artinya: Atau apakah pernah Kami berikan suatu kitab kepada mereka sebelumnya, lalu mereka berpegang (pada kitab itu)?
٢٢
Ayat
بَلْ قَالُوٓاْ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِم مُّهْتَدُونَ٢٢
bal qālū innā wajadnā ābāanā ʿalā ummatin wa-innā ʿalā āthārihim muh'tadūna
Artinya: Bahkan mereka berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka."
٢٣
Ayat
وَكَذَٲلِكَ مَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِى قَرْيَةٍ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَآ إِنَّا وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا عَلَىٰٓ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰٓ ءَاثَـٰرِهِم مُّقْتَدُونَ٢٣
wakadhālika mā arsalnā min qablika fī qaryatin min nadhīrin illā qāla mut'rafūhā innā wajadnā ābāanā ʿalā ummatin wa-innā ʿalā āthārihim muq'tadūna
Artinya: Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (di negeri itu) selalu berkata, "Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka."
٢٤
Ayat
۞ قَـٰلَ أَوَلَوْ جِئْتُكُم بِأَهْدَىٰ مِمَّا وَجَدتُّمْ عَلَيْهِ ءَابَآءَكُمْ‌ۖ قَالُوٓاْ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ كَـٰفِرُونَ٢٤
qāla awalaw ji'tukum bi-ahdā mimmā wajadttum ʿalayhi ābāakum qālū innā bimā ur'sil'tum bihi kāfirūna
Artinya: (Rasul itu) berkata, "Apakah (kamu akan mengikutinya juga) sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih baik daripada apa yang kamu peroleh dari (agama) yang dianut nenek moyangmu." Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami mengingkari (agama) yang kamu diperintahkan untuk menyampaikannya."
٢٥
Ayat
فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ‌ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ٢٥
fa-intaqamnā min'hum fa-unẓur kayfa kāna ʿāqibatu l-mukadhibīna
Artinya: Lalu Kami binasakan mereka, maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (kebenaran).
٢٦
Ayat
وَإِذْ قَالَ إِبْرَٲهِيمُ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِۦٓ إِنَّنِى بَرَآءٌ مِّمَّا تَعْبُدُونَ٢٦
wa-idh qāla ib'rāhīmu li-abīhi waqawmihi innanī barāon mimmā taʿbudūna
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu sembah,
٢٧
Ayat
إِلَّا ٱلَّذِى فَطَرَنِى فَإِنَّهُۥ سَيَهْدِينِ٢٧
illā alladhī faṭaranī fa-innahu sayahdīni
Artinya: kecuali (kamu menyembah) Allah yang menciptakanku; karena sungguh, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
٢٨
Ayat
وَجَعَلَهَا كَلِمَةَۢ بَاقِيَةً فِى عَقِبِهِۦ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ٢٨
wajaʿalahā kalimatan bāqiyatan fī ʿaqibihi laʿallahum yarjiʿūna
Artinya: Dan (Ibrahim) menjadikan (kalimat tauhid) itu kalimat yang kekal pada keturunannya agar mereka kembali (kepada kalimat tauhid itu).
٢٩
Ayat
بَلْ مَتَّعْتُ هَـٰٓؤُلَآءِ وَءَابَآءَهُمْ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ وَرَسُولٌ مُّبِينٌ٢٩
bal mattaʿtu hāulāi waābāahum ḥattā jāahumu l-ḥaqu warasūlun mubīnun
Artinya: Bahkan Aku telah memberikan kenikmatan hidup kepada mereka dan nenek moyang mereka sampai kebenaran (Alquran) datang kepada mereka bersama seorang Rasul yang memberi penjelasan.
٣٠
Ayat
وَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ قَالُواْ هَـٰذَا سِحْرٌ وَإِنَّا بِهِۦ كَـٰفِرُونَ٣٠
walammā jāahumu l-ḥaqu qālū hādhā siḥ'run wa-innā bihi kāfirūna
Artinya: Tetapi ketika kebenaran (Alquran) itu datang kepada mereka, mereka berkata, "Ini adalah sihir, dan sesungguhnya kami mengingkarinya."
٣١
Ayat
وَقَالُواْ لَوْلَا نُزِّلَ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانُ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنَ ٱلْقَرْيَتَيْنِ عَظِيمٍ٣١
waqālū lawlā nuzzila hādhā l-qur'ānu ʿalā rajulin mina l-qaryatayni ʿaẓīmin
Artinya: Dan mereka (juga) berkata, "Mengapa Alquran ini tidak diturunkan kepada orang besar (kaya dan berpengaruh) dari salah satu dua negeri ini (Mekkah dan Taif)?"
٣٢
Ayat
أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَتَ رَبِّكَ‌ۚ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِى ٱلْحَيَوٲةِ ٱلدُّنْيَا‌ۚ وَرَفَعْنَا بَعْضَهُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَـٰتٍ لِّيَتَّخِذَ بَعْضُهُم بَعْضًا سُخْرِيًّا‌ۗ وَرَحْمَتُ رَبِّكَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ٣٢
ahum yaqsimūna raḥmata rabbika naḥnu qasamnā baynahum maʿīshatahum fī l-ḥayati l-dun'yā warafaʿnā baʿḍahum fawqa baʿḍin darajātin liyattakhidha baʿḍuhum baʿḍan sukh'riyyan waraḥmatu rabbika khayrun mimmā yajmaʿūna
Artinya: Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kamilah yang menentukan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat memanfaatkan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.
٣٣
Ayat
وَلَوْلَآ أَن يَكُونَ ٱلنَّاسُ أُمَّةً وَٲحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِٱلرَّحْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ٣٣
walawlā an yakūna l-nāsu ummatan wāḥidatan lajaʿalnā liman yakfuru bil-raḥmāni libuyūtihim suqufan min fiḍḍatin wamaʿārija ʿalayhā yaẓharūna
Artinya: Dan sekiranya bukan karena menghindarkan manusia menjadi umat yang satu (dalam kekafiran), pastilah sudah Kami buatkan bagi orang-orang yang kafir kepada (Allah) Yang Maha Pengasih, loteng-loteng rumah mereka dari perak, demikian pula tangga-tangga yang mereka naiki,
٣٤
Ayat
وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَٲبًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِــُٔونَ٣٤
walibuyūtihim abwāban wasururan ʿalayhā yattakiūna
Artinya: dan (Kami buatkan pula) pintu-pintu (perak) bagi rumah-rumah mereka, dan (begitu pula) dipan-dipan tempat mereka bersandar,
٣٥
Ayat
وَزُخْرُفًا‌ۚ وَإِن كُلُّ ذَٲلِكَ لَمَّا مَتَـٰعُ ٱلْحَيَوٲةِ ٱلدُّنْيَا‌ۚ وَٱلْأَخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ٣٥
wazukh'rufan wa-in kullu dhālika lammā matāʿu l-ḥayati l-dun'yā wal-ākhiratu ʿinda rabbika lil'muttaqīna
Artinya: dan (Kami buatkan pula) perhiasan-perhiasan dari emas. Dan semuanya itu tidak lain hanyalah kesenangan kehidupan dunia, sedangkan kehidupan akhirat di sisi Tuhanmu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
٣٦
Ayat
وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ ٱلرَّحْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُۥ شَيْطَـٰنًا فَهُوَ لَهُۥ قَرِينٌ٣٦
waman yaʿshu ʿan dhik'ri l-raḥmāni nuqayyiḍ lahu shayṭānan fahuwa lahu qarīnun
Artinya: Dan barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Alquran), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.
٣٧
Ayat
وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ٣٧
wa-innahum layaṣuddūnahum ʿani l-sabīli wayaḥsabūna annahum muh'tadūna
Artinya: Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.
٣٨
Ayat
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَنَا قَالَ يَـٰلَيْتَ بَيْنِى وَبَيْنَكَ بُعْدَ ٱلْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ ٱلْقَرِينُ٣٨
ḥattā idhā jāanā qāla yālayta baynī wabaynaka buʿ'da l-mashriqayni fabi'sa l-qarīnu
Artinya: Sehingga apabila orang–orang yang berpaling itu datang kepada Kami (pada hari Kiamat) dia berkata, "Wahai! Sekiranya (jarak) antara aku dan kamu seperti jarak antara timur dan barat! Memang (setan itu) teman yang paling jahat (bagi manusia)."
٣٩
Ayat
وَلَن يَنفَعَكُمُ ٱلْيَوْمَ إِذ ظَّلَمْتُمْ أَنَّكُمْ فِى ٱلْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ٣٩
walan yanfaʿakumu l-yawma idh ẓalamtum annakum fī l-ʿadhābi mush'tarikūna
Artinya: Dan (harapanmu itu) sekali-kali tidak akan memberi manfaat kepadamu pada hari itu karena kamu telah menzalimi (dirimu sendiri). Sesungguhnya kamu pantas bersama-sama dalam azab itu.
٤٠
Ayat
أَفَأَنتَ تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ أَوْ تَهْدِى ٱلْعُمْىَ وَمَن كَانَ فِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ٤٠
afa-anta tus'miʿu l-ṣuma aw tahdī l-ʿum'ya waman kāna fī ḍalālin mubīnin
Artinya: Maka apakah engkau (Muhammad) dapat menjadikan orang yang tuli bisa mendengar, atau (dapatkah) engkau memberi petunjuk kepada orang yang buta (hatinya), dan kepada orang yang tetap dalam kesesatan yang nyata?
٤١
Ayat
فَإِمَّا نَذْهَبَنَّ بِكَ فَإِنَّا مِنْهُم مُّنتَقِمُونَ٤١
fa-immā nadhhabanna bika fa-innā min'hum muntaqimūna
Artinya: Maka sungguh, sekiranya Kami mewafatkanmu (sebelum engkau mencapai kemenangan), maka sesungguhnya Kami akan tetap memberikan azab kepada mereka (di akhirat),
٤٢
Ayat
أَوْ نُرِيَنَّكَ ٱلَّذِى وَعَدْنَـٰهُمْ فَإِنَّا عَلَيْهِم مُّقْتَدِرُونَ٤٢
aw nuriyannaka alladhī waʿadnāhum fa-innā ʿalayhim muq'tadirūna
Artinya: atau Kami perlihatkan kepadamu (azab) yang telah Kami ancamkan kepada mereka. Maka sungguh, Kami berkuasa atas mereka.
٤٣
Ayat
فَٱسْتَمْسِكْ بِٱلَّذِىٓ أُوحِىَ إِلَيْكَ‌ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَٲطٍ مُّسْتَقِيمٍ٤٣
fa-is'tamsik bi-alladhī ūḥiya ilayka innaka ʿalā ṣirāṭin mus'taqīmin
Artinya: Maka berpegang teguhlah engkau kepada (agama) yang telah diwahyukan kepadamu. Sungguh, engkau berada di jalan yang lurus.
٤٤
Ayat
وَإِنَّهُۥ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ‌ۖ وَسَوْفَ تُسْــَٔلُونَ٤٤
wa-innahu ladhik'run laka waliqawmika wasawfa tus'alūna
Artinya: Dan sungguh, Alquran itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban.
٤٥
Ayat
وَسْــَٔلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلْنَا مِن دُونِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ءَالِهَةً يُعْبَدُونَ٤٥
wasal man arsalnā min qablika min rusulinā ajaʿalnā min dūni l-raḥmāni ālihatan yuʿ'badūna
Artinya: Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, "Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?"
٤٦
Ayat
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔـايَـٰتِنَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَإِيْهِۦ فَقَالَ إِنِّى رَسُولُ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ٤٦
walaqad arsalnā mūsā biāyātinā ilā fir'ʿawna wamala-ihi faqāla innī rasūlu rabbi l-ʿālamīna
Artinya: Dan sungguh, Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka dia (Musa) berkata, "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seluruh alam."
٤٧
Ayat
فَلَمَّا جَآءَهُم بِـَٔـايَـٰتِنَآ إِذَا هُم مِّنْهَا يَضْحَكُونَ٤٧
falammā jāahum biāyātinā idhā hum min'hā yaḍḥakūna
Artinya: Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa mukjizat-mukjizat Kami, seketika itu mereka menertawakannya.
٤٨
Ayat
وَمَا نُرِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ إِلَّا هِىَ أَكْبَرُ مِنْ أُخْتِهَا‌ۖ وَأَخَذْنَـٰهُم بِٱلْعَذَابِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ٤٨
wamā nurīhim min āyatin illā hiya akbaru min ukh'tihā wa-akhadhnāhum bil-ʿadhābi laʿallahum yarjiʿūna
Artinya: Dan tidaklah Kami perlihatkan suatu mukjizat kepada mereka kecuali (mukjizat itu) lebih besar dari mukjizat-mukjizat (yang sebelumnya). Dan Kami timpakan kepada mereka azab agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
٤٩
Ayat
وَقَالُواْ يَـٰٓأَيُّهَ ٱلسَّاحِرُ ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ إِنَّنَا لَمُهْتَدُونَ٤٩
waqālū yāayyuha l-sāḥiru ud'ʿu lanā rabbaka bimā ʿahida ʿindaka innanā lamuh'tadūna
Artinya: Dan mereka berkata, "Wahai pesihir! berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) akan menjadi orang yang mendapat petunjuk."
٥٠
Ayat
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ ٱلْعَذَابَ إِذَا هُمْ يَنكُثُونَ٥٠
falammā kashafnā ʿanhumu l-ʿadhāba idhā hum yankuthūna
Artinya: Maka ketika Kami hilangkan azab itu dari mereka, seketika itu (juga) mereka ingkar janji.
٥١
Ayat
وَنَادَىٰ فِرْعَوْنُ فِى قَوْمِهِۦ قَالَ يَـٰقَوْمِ أَلَيْسَ لِى مُلْكُ مِصْرَ وَهَـٰذِهِ ٱلْأَنْهَـٰرُ تَجْرِى مِن تَحْتِىٓ‌ۖ أَفَلَا تُبْصِرُونَ٥١
wanādā fir'ʿawnu fī qawmihi qāla yāqawmi alaysa lī mul'ku miṣ'ra wahādhihi l-anhāru tajrī min taḥtī afalā tub'ṣirūna
Artinya: Dan Firaun berseru kepada kaumnya (seraya) berkata, "Wahai kaumku! Bukankah kerajaan Mesir itu milikku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku; apakah kamu tidak melihat?
٥٢
Ayat
أَمْ أَنَا۟ خَيْرٌ مِّنْ هَـٰذَا ٱلَّذِى هُوَ مَهِينٌ وَلَا يَكَادُ يُبِينُ٥٢
am anā khayrun min hādhā alladhī huwa mahīnun walā yakādu yubīnu
Artinya: Bukankah aku lebih baik dari orang (Musa) yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
٥٣
Ayat
فَلَوْلَآ أُلْقِىَ عَلَيْهِ أَسْوِرَةٌ مِّن ذَهَبٍ أَوْ جَآءَ مَعَهُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ مُقْتَرِنِينَ٥٣
falawlā ul'qiya ʿalayhi aswiratun min dhahabin aw jāa maʿahu l-malāikatu muq'tarinīna
Artinya: Maka mengapa dia (Musa) tidak dipakaikan gelang dari emas, atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya?"
٥٤
Ayat
فَٱسْتَخَفَّ قَوْمَهُۥ فَأَطَاعُوهُ‌ۚ إِنَّهُمْ كَانُواْ قَوْمًا فَـٰسِقِينَ٥٤
fa-is'takhaffa qawmahu fa-aṭāʿūhu innahum kānū qawman fāsiqīna
Artinya: Maka (Firaun) dengan perkataan itu telah mempengaruhi kaumnya, sehingga mereka patuh kepadanya. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik.
٥٥
Ayat
فَلَمَّآ ءَاسَفُونَا ٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَـٰهُمْ أَجْمَعِينَ٥٥
falammā āsafūnā intaqamnā min'hum fa-aghraqnāhum ajmaʿīna
Artinya: Maka ketika mereka membuat Kami murka, Kami hukum mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut),
٥٦
Ayat
فَجَعَلْنَـٰهُمْ سَلَفًا وَمَثَلاً لِّلْأَخِرِينَ٥٦
fajaʿalnāhum salafan wamathalan lil'ākhirīna
Artinya: maka Kami jadikan mereka sebagai (kaum) terdahulu, dan pelajaran bagi orang-orang yang kemudian.
٥٧
Ayat
۞ وَلَمَّا ضُرِبَ ٱبْنُ مَرْيَمَ مَثَلاً إِذَا قَوْمُكَ مِنْهُ يَصِدُّونَ٥٧
walammā ḍuriba ub'nu maryama mathalan idhā qawmuka min'hu yaṣiddūna
Artinya: Dan ketika putra Maryam (Isa) dijadikan perumpamaan, tiba-tiba kaummu (Suku Quraisy) bersorak karenanya.
٥٨
Ayat
وَقَالُوٓاْ ءَأَٲلِهَتُنَا خَيْرٌ أَمْ هُوَ‌ۚ مَا ضَرَبُوهُ لَكَ إِلَّا جَدَلاَۢ‌ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ خَصِمُونَ٥٨
waqālū aālihatunā khayrun am huwa mā ḍarabūhu laka illā jadalan bal hum qawmun khaṣimūna
Artinya: Dan mereka berkata, "Manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan kami atau dia (Isa)?" Mereka tidak memberikan (perumpamaan itu) kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja; sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.
٥٩
Ayat
إِنْ هُوَ إِلَّا عَبْدٌ أَنْعَمْنَا عَلَيْهِ وَجَعَلْنَـٰهُ مَثَلاً لِّبَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ٥٩
in huwa illā ʿabdun anʿamnā ʿalayhi wajaʿalnāhu mathalan libanī is'rāīla
Artinya: Dia (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan nikmat (kenabian) kepadanya, dan Kami jadikan dia sebagai contoh bagi Bani Israil.
٦٠
Ayat
وَلَوْ نَشَآءُ لَجَعَلْنَا مِنكُم مَّلَـٰٓئِكَةً فِى ٱلْأَرْضِ يَخْلُفُونَ٦٠
walaw nashāu lajaʿalnā minkum malāikatan fī l-arḍi yakhlufūna
Artinya: Dan sekiranya Kami menghendaki, niscaya ada di antara kamu yang Kami jadikan malaikat-malaikat (yang turun temurun) sebagai pengganti kamu di bumi.
٦١
Ayat
وَإِنَّهُۥ لَعِلْمٌ لِّلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَٱتَّبِعُونِ‌ۚ هَـٰذَا صِرَٲطٌ مُّسْتَقِيمٌ٦١
wa-innahu laʿil'mun lilssāʿati falā tamtarunna bihā wa-ittabiʿūni hādhā ṣirāṭun mus'taqīmun
Artinya: Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari Kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (Kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.
٦٢
Ayat
وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ‌ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ٦٢
walā yaṣuddannakumu l-shayṭānu innahu lakum ʿaduwwun mubīnun
Artinya: Dan janganlah kamu sekali-kali dipalingkan oleh setan; sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
٦٣
Ayat
وَلَمَّا جَآءَ عِيسَىٰ بِٱلْبَيِّنَـٰتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُم بِٱلْحِكْمَةِ وَلِأُبَيِّنَ لَكُم بَعْضَ ٱلَّذِى تَخْتَلِفُونَ فِيهِ‌ۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ٦٣
walammā jāa ʿīsā bil-bayināti qāla qad ji'tukum bil-ḥik'mati wali-ubayyina lakum baʿḍa alladhī takhtalifūna fīhi fa-ittaqū l-laha wa-aṭīʿūni
Artinya: Dan ketika Isa datang membawa keterangan, dia berkata, "Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa hikmah, dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu perselisihkan; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
٦٤
Ayat
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ‌ۚ هَـٰذَا صِرَٲطٌ مُّسْتَقِيمٌ٦٤
inna l-laha huwa rabbī warabbukum fa-uʿ'budūhu hādhā ṣirāṭun mus'taqīmun
Artinya: Sungguh, Allah, Dia Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia. Ini adalah jalan yang lurus."
٦٥
Ayat
فَٱخْتَلَفَ ٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَيْنِهِمْ‌ۖ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنْ عَذَابِ يَوْمٍ أَلِيمٍ٦٥
fa-ikh'talafa l-aḥzābu min baynihim fawaylun lilladhīna ẓalamū min ʿadhābi yawmin alīmin
Artinya: Tetapi golongan-golongan (yang ada) saling berselisih di antara mereka; maka celakalah orang-orang yang zalim karena azab pada hari yang pedih (Kiamat).
٦٦
Ayat
هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا ٱلسَّاعَةَ أَن تَأْتِيَهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ٦٦
hal yanẓurūna illā l-sāʿata an tatiyahum baghtatan wahum lā yashʿurūna
Artinya: Apakah mereka hanya menunggu saja kedatangan hari Kiamat yang datang kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?
٦٧
Ayat
ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذِۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ٦٧
al-akhilāu yawma-idhin baʿḍuhum libaʿḍin ʿaduwwun illā l-mutaqīna
Artinya: Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.
٦٨
Ayat
يَـٰعِبَادِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ ٱلْيَوْمَ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ٦٨
yāʿibādi lā khawfun ʿalaykumu l-yawma walā antum taḥzanūna
Artinya: "Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tidak pula kamu bersedih hati.
٦٩
Ayat
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِـَٔـايَـٰتِنَا وَكَانُواْ مُسْلِمِينَ٦٩
alladhīna āmanū biāyātinā wakānū mus'limīna
Artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.
٧٠
Ayat
ٱدْخُلُواْ ٱلْجَنَّةَ أَنتُمْ وَأَزْوَٲجُكُمْ تُحْبَرُونَ٧٠
ud'khulū l-janata antum wa-azwājukum tuḥ'barūna
Artinya: Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan."
٧١
Ayat
يُطَافُ عَلَيْهِم بِصِحَافٍ مِّن ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ‌ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ ٱلْأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلْأَعْيُنُ‌ۖ وَأَنتُمْ فِيهَا خَـٰلِدُونَ٧١
yuṭāfu ʿalayhim biṣiḥāfin min dhahabin wa-akwābin wafīhā mā tashtahīhi l-anfusu wataladhu l-aʿyunu wa-antum fīhā khālidūna
Artinya: Kepada mereka diedarkan piring-piring dan gelas-gelas dari emas, dan di dalam surga itu terdapat apa yang diingini oleh hati dan segala yang sedap (dipandang) mata. Dan kamu kekal di dalamnya.
٧٢
Ayat
وَتِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِىٓ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ٧٢
watil'ka l-janatu allatī ūrith'tumūhā bimā kuntum taʿmalūna
Artinya: Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu karena perbuatan yang telah kamu kerjakan.
٧٣
Ayat
لَكُمْ فِيهَا فَـٰكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِّنْهَا تَأْكُلُونَ٧٣
lakum fīhā fākihatun kathīratun min'hā takulūna
Artinya: Di dalam surga itu terdapat banyak buah-buahan untukmu yang sebagiannya kamu makan.
٧٤
Ayat
إِنَّ ٱلْمُجْرِمِينَ فِى عَذَابِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدُونَ٧٤
inna l-muj'rimīna fī ʿadhābi jahannama khālidūna
Artinya: Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahanam.
٧٥
Ayat
لَا يُفَتَّرُ عَنْهُمْ وَهُمْ فِيهِ مُبْلِسُونَ٧٥
lā yufattaru ʿanhum wahum fīhi mub'lisūna
Artinya: Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.
٧٦
Ayat
وَمَا ظَلَمْنَـٰهُمْ وَلَـٰكِن كَانُواْ هُمُ ٱلظَّـٰلِمِينَ٧٦
wamā ẓalamnāhum walākin kānū humu l-ẓālimīna
Artinya: Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
٧٧
Ayat
وَنَادَوْاْ يَـٰمَـٰلِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ‌ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّـٰكِثُونَ٧٧
wanādaw yāmāliku liyaqḍi ʿalaynā rabbuka qāla innakum mākithūna
Artinya: Dan mereka berseru, "Wahai (Malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja." Dia menjawab, "Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)."
٧٨
Ayat
لَقَدْ جِئْنَـٰكُم بِٱلْحَقِّ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَكُمْ لِلْحَقِّ كَـٰرِهُونَ٧٨
laqad ji'nākum bil-ḥaqi walākinna aktharakum lil'ḥaqqi kārihūna
Artinya: Sungguh, Kami telah datang membawa kebenaran kepada kamu, tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.
٧٩
Ayat
أَمْ أَبْرَمُوٓاْ أَمْرًا فَإِنَّا مُبْرِمُونَ٧٩
am abramū amran fa-innā mub'rimūna
Artinya: Ataukah mereka telah merencanakan suatu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami telah berencana (mengatasi tipu daya mereka).
٨٠
Ayat
أَمْ يَحْسَبُونَ أَنَّا لَا نَسْمَعُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَٮٰهُم‌ۚ بَلَىٰ وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ٨٠
am yaḥsabūna annā lā nasmaʿu sirrahum wanajwāhum balā warusulunā ladayhim yaktubūna
Artinya: Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.
٨١
Ayat
قُلْ إِن كَانَ لِلرَّحْمَـٰنِ وَلَدٌ فَأَنَا۟ أَوَّلُ ٱلْعَـٰبِدِينَ٨١
qul in kāna lilrraḥmāni waladun fa-anā awwalu l-ʿābidīna
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Jika benar Tuhan Yang Maha Pengasih mempunyai anak, maka akulah orang yang mula-mula memuliakan (anak itu).
٨٢
Ayat
سُبْحَـٰنَ رَبِّ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ رَبِّ ٱلْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ٨٢
sub'ḥāna rabbi l-samāwāti wal-arḍi rabbi l-ʿarshi ʿammā yaṣifūna
Artinya: Mahasuci Tuhan pemilik langit dan bumi, Tuhan pemilik Arasy, dari apa yang mereka sifatkan itu."
٨٣
Ayat
فَذَرْهُمْ يَخُوضُواْ وَيَلْعَبُواْ حَتَّىٰ يُلَـٰقُواْ يَوْمَهُمُ ٱلَّذِى يُوعَدُونَ٨٣
fadharhum yakhūḍū wayalʿabū ḥattā yulāqū yawmahumu alladhī yūʿadūna
Artinya: Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.
٨٤
Ayat
وَهُوَ ٱلَّذِى فِى ٱلسَّمَآءِ إِلَـٰهٌ وَفِى ٱلْأَرْضِ إِلَـٰهٌ‌ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْعَلِيمُ٨٤
wahuwa alladhī fī l-samāi ilāhun wafī l-arḍi ilāhun wahuwa l-ḥakīmu l-ʿalīmu
Artinya: Dan Dialah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi, dan Dialah Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
٨٥
Ayat
وَتَبَارَكَ ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَعِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ٨٥
watabāraka alladhī lahu mul'ku l-samāwāti wal-arḍi wamā baynahumā waʿindahu ʿil'mu l-sāʿati wa-ilayhi tur'jaʿūna
Artinya: Dan Mahasuci (Allah) yang memiliki kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di antara keduanya; dan di sisi-Nyalah ilmu tentang hari Kiamat, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.
٨٦
Ayat
وَلَا يَمْلِكُ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِ ٱلشَّفَـٰعَةَ إِلَّا مَن شَهِدَ بِٱلْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ٨٦
walā yamliku alladhīna yadʿūna min dūnihi l-shafāʿata illā man shahida bil-ḥaqi wahum yaʿlamūna
Artinya: Dan orang-orang yang menyeru kepada selain Allah tidak mendapat syafaat (pertolongan di akhirat); kecuali orang yang mengakui yang hak (tauhid) dan mereka meyakini.
٨٧
Ayat
وَلَئِن سَأَلْتَهُم مَّنْ خَلَقَهُمْ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ‌ۖ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ٨٧
wala-in sa-altahum man khalaqahum layaqūlunna l-lahu fa-annā yu'fakūna
Artinya: Dan jika engkau bertanya kepada mereka, siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab, Allah; jadi bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah),
٨٨
Ayat
وَقِيلِهِۦ يَـٰرَبِّ إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ قَوْمٌ لَّا يُؤْمِنُونَ٨٨
waqīlihi yārabbi inna hāulāi qawmun lā yu'minūna
Artinya: dan (Allah mengetahui) ucapannya (Muhammad), "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak beriman."
٨٩
Ayat
فَٱصْفَحْ عَنْهُمْ وَقُلْ سَلَـٰمٌ‌ۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ٨٩
fa-iṣ'faḥ ʿanhum waqul salāmun fasawfa yaʿlamūna
Artinya: Maka berpalinglah dari mereka dan katakanlah, "Salam (selamat tinggal)." Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).
Mad
dibaca panjang
Ghunnah
dengung
Ikhfa’
samar
Idgham
melebur
Iqlab
ditukar mim
Qalqalah
memantul
Abu-abu
tidak dibaca
علامات الوقف · Tanda Waqaf
لالا وقفJangan berhenti
سسكتSaktah (jeda singkat)
صلىوصل أولىLebih baik lanjut
جوقف جائزBoleh berhenti atau lanjut
تاموقف تامBerhenti sempurna
✕ممنوعTerlarang berhenti
Quran.com API · terjemahan Kemenag RI · Audio: everyayah.com
Sampul Al-Qur’an