Ketuk nomor ayat di ujung ayat untuk memutar dari ayat itu.
Siap diputar
الجزء ١٩
٢٧
سورة النمل
مكية
سورة النمل
وآياتها
٩٣

SURAH AN-NAML

Semut · Latin dan Arti Bahasa Indonesia
93 Ayat · Makkiyyah · Juz 19

Surah An-Naml (“Semut”) adalah surah ke-27 dalam Al-Qur’an, tergolong Makkiyyah, terdiri dari 93 ayat dan dimulai di Juz 19. Halaman ini menampilkan teks Arab dengan tajwid berwarna, transliterasi Latin, dan terjemahan Bahasa Indonesia (Kemenag RI), dilengkapi audio murottal yang menyorot kata demi kata.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ
bismillaahir-rahmaanir-rahiim
١
Ayat
طسٓ‌ۚ تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْقُرْءَانِ وَكِتَابٍ مُّبِينٍ١
tta-seen til'ka āyātu l-qur'āni wakitābin mubīnin
Artinya: Ṭā Sīn. Inilah ayat-ayat Alquran, dan Kitab yang jelas,
٢
Ayat
هُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ٢
hudan wabush'rā lil'mu'minīna
Artinya: petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman,
٣
Ayat
ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٲةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٲةَ وَهُم بِٱلْأَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ٣
alladhīna yuqīmūna l-ṣalata wayu'tūna l-zakata wahum bil-ākhirati hum yūqinūna
Artinya: (yaitu) orang-orang yang melaksanakan salat dan menunaikan zakat, dan mereka meyakini adanya akhirat.
٤
Ayat
إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْأَخِرَةِ زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَـٰلَهُمْ فَهُمْ يَعْمَهُونَ٤
inna alladhīna lā yu'minūna bil-ākhirati zayyannā lahum aʿmālahum fahum yaʿmahūna
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, Kami jadikan terasa indah bagi mereka (yang buruk), sehingga mereka bergelimang dalam kesesatan.
٥
Ayat
أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَهُمْ سُوٓءُ ٱلْعَذَابِ وَهُمْ فِى ٱلْأَخِرَةِ هُمُ ٱلْأَخْسَرُونَ٥
ulāika alladhīna lahum sūu l-ʿadhābi wahum fī l-ākhirati humu l-akhsarūna
Artinya: Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksaan buruk (di dunia) dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling rugi.
٦
Ayat
وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى ٱلْقُرْءَانَ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ٦
wa-innaka latulaqqā l-qur'āna min ladun ḥakīmin ʿalīmin
Artinya: Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar telah diberi Alquran dari sisi (Allah) Yang Mahabijaksana, Maha Mengetahui.
٧
Ayat
إِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِأَهْلِهِۦٓ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا سَـَٔـاتِيكُم مِّنْهَا بِخَبَرٍ أَوْ ءَاتِيكُم بِشِهَابٍ قَبَسٍ لَّعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ٧
idh qāla mūsā li-ahlihi innī ānastu nāran saātīkum min'hā bikhabarin aw ātīkum bishihābin qabasin laʿallakum taṣṭalūna
Artinya: (Ingatlah) ketika Musa berkata kepada keluarganya, "Sungguh, aku melihat api. Aku akan membawa kabar tentang itu kepadamu, atau aku akan membawa suluh api (obor) kepadamu agar kamu dapat berdiang (menghangatkan badan dekat api)."
٨
Ayat
فَلَمَّا جَآءَهَا نُودِىَ أَنۢ بُورِكَ مَن فِى ٱلنَّارِ وَمَنْ حَوْلَهَا وَسُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ٨
falammā jāahā nūdiya an būrika man fī l-nāri waman ḥawlahā wasub'ḥāna l-lahi rabbi l-ʿālamīna
Artinya: Maka ketika dia tiba di sana (tempat api itu), dia diseru, "Telah diberkahi orang-orang yang berada di dekat api, dan orang-orang yang berada di sekitarnya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam."
٩
Ayat
يَـٰمُوسَىٰٓ إِنَّهُۥٓ أَنَا ٱللَّهُ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ٩
yāmūsā innahu anā l-lahu l-ʿazīzu l-ḥakīmu
Artinya: (Allah berfirman), "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku adalah Allah, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
١٠
Ayat
وَأَلْقِ عَصَاكَ‌ۚ فَلَمَّا رَءَاهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَآنٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ‌ۚ يَـٰمُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّى لَا يَخَافُ لَدَىَّ ٱلْمُرْسَلُونَ١٠
wa-alqi ʿaṣāka falammā raāhā tahtazzu ka-annahā jānnun wallā mud'biran walam yuʿaqqib yāmūsā lā takhaf innī lā yakhāfu ladayya l-mur'salūna
Artinya: dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Wahai Musa! Jangan takut! Sesungguhnya dihadapan-Ku para rasul tidak perlu takut,
١١
Ayat
إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنَۢا بَعْدَ سُوٓءٍ فَإِنِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ١١
illā man ẓalama thumma baddala ḥus'nan baʿda sūin fa-innī ghafūrun raḥīmun
Artinya: kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
١٢
Ayat
وَأَدْخِلْ يَدَكَ فِى جَيْبِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍ‌ۖ فِى تِسْعِ ءَايَـٰتٍ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَقَوْمِهِۦٓ‌ۚ إِنَّهُمْ كَانُواْ قَوْمًا فَـٰسِقِينَ١٢
wa-adkhil yadaka fī jaybika takhruj bayḍāa min ghayri sūin fī tis'ʿi āyātin ilā fir'ʿawna waqawmihi innahum kānū qawman fāsiqīna
Artinya: Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan ke luar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir'aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik."
١٣
Ayat
فَلَمَّا جَآءَتْهُمْ ءَايَـٰتُنَا مُبْصِرَةً قَالُواْ هَـٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ١٣
falammā jāathum āyātunā mub'ṣiratan qālū hādhā siḥ'run mubīnun
Artinya: Maka ketika mukjizat-mukjizat Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata, "Ini sihir yang nyata."
١٤
Ayat
وَجَحَدُواْ بِهَا وَٱسْتَيْقَنَتْهَآ أَنفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا‌ۚ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ١٤
wajaḥadū bihā wa-is'tayqanathā anfusuhum ẓul'man waʿuluwwan fa-unẓur kayfa kāna ʿāqibatu l-muf'sidīna
Artinya: Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.
١٥
Ayat
وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ عِلْمًا‌ۖ وَقَالَا ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّنْ عِبَادِهِ ٱلْمُؤْمِنِينَ١٥
walaqad ātaynā dāwūda wasulaymāna ʿil'man waqālā l-ḥamdu lillahi alladhī faḍḍalanā ʿalā kathīrin min ʿibādihi l-mu'minīna
Artinya: Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman, dan keduanya berkata, "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman."
١٦
Ayat
وَوَرِثَ سُلَيْمَـٰنُ دَاوُۥدَ‌ۖ وَقَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ عُلِّمْنَا مَنطِقَ ٱلطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِن كُلِّ شَىْءٍ‌ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْفَضْلُ ٱلْمُبِينُ١٦
wawaritha sulaymānu dāwūda waqāla yāayyuhā l-nāsu ʿullim'nā manṭiqa l-ṭayri waūtīnā min kulli shayin inna hādhā lahuwa l-faḍlu l-mubīnu
Artinya: Dan Sulaiman telah mewarisi Dawud, dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata."
١٧
Ayat
وَحُشِرَ لِسُلَيْمَـٰنَ جُنُودُهُۥ مِنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ وَٱلطَّيْرِ فَهُمْ يُوزَعُونَ١٧
waḥushira lisulaymāna junūduhu mina l-jini wal-insi wal-ṭayri fahum yūzaʿūna
Artinya: Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung, lalu mereka berbaris dengan tertib.
١٨
Ayat
حَتَّىٰٓ إِذَآ أَتَوْاْ عَلَىٰ وَادِ ٱلنَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّمْلُ ٱدْخُلُواْ مَسَـٰكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَـٰنُ وَجُنُودُهُۥ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ١٨
ḥattā idhā ataw ʿalā wādi l-namli qālat namlatun yāayyuhā l-namlu ud'khulū masākinakum lā yaḥṭimannakum sulaymānu wajunūduhu wahum lā yashʿurūna
Artinya: Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, "Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari."
١٩
Ayat
فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٲلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَـٰلِحًا تَرْضَـٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّـٰلِحِينَ١٩
fatabassama ḍāḥikan min qawlihā waqāla rabbi awziʿ'nī an ashkura niʿ'mataka allatī anʿamta ʿalayya waʿalā wālidayya wa-an aʿmala ṣāliḥan tarḍāhu wa-adkhil'nī biraḥmatika fī ʿibādika l-ṣāliḥīna
Artinya: Maka dia (Sulaiman) tersenyum lalu tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa, "Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."
٢٠
Ayat
وَتَفَقَّدَ ٱلطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِىَ لَآ أَرَى ٱلْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ ٱلْغَآئِبِينَ٢٠
watafaqqada l-ṭayra faqāla mā liya lā arā l-hud'huda am kāna mina l-ghāibīna
Artinya: Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata, "Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah ia termasuk yang absen (tidak hadir)?
٢١
Ayat
لَأُعَذِّبَنَّهُۥ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَاْذْبَحَنَّهُۥٓ أَوْ لَيَأْتِيَنِّى بِسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ٢١
la-uʿadhibannahu ʿadhāban shadīdan aw laādh'baḥannahu aw layatiyannī bisul'ṭānin mubīnin
Artinya: Pasti akan ku hukum ia dengan hukuman yang berat atau ku sembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."
٢٢
Ayat
فَمَكَثَ غَيْرَ بَعِيدٍ فَقَالَ أَحَطتُ بِمَا لَمْ تُحِطْ بِهِۦ وَجِئْتُكَ مِن سَبَإِۭ بِنَبَإٍ يَقِينٍ٢٢
famakatha ghayra baʿīdin faqāla aḥaṭtu bimā lam tuḥiṭ bihi waji'tuka min saba-in binaba-in yaqīnin
Artinya: Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-hud), lalu ia berkata, "Aku telah mengetahui sesuatu yang belum engkau ketahui. Aku datang kepadamu dari negeri Saba` membawa suatu berita yang meyakinkan.
٢٣
Ayat
إِنِّى وَجَدتُّ ٱمْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِن كُلِّ شَىْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ٢٣
innī wajadttu im'ra-atan tamlikuhum waūtiyat min kulli shayin walahā ʿarshun ʿaẓīmun
Artinya: Sungguh, ku dapati ada seorang perempuan yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta memiliki singgasana yang besar.
٢٤
Ayat
وَجَدتُّهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَعْمَـٰلَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ٢٤
wajadttuhā waqawmahā yasjudūna lilshamsi min dūni l-lahi wazayyana lahumu l-shayṭānu aʿmālahum faṣaddahum ʿani l-sabīli fahum lā yahtadūna
Artinya: Aku (burung Hud) dapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan tampak indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak mendapat petunjuk,
٢٥
Ayat
أَلَّا يَسْجُدُواْ لِلَّهِ ٱلَّذِى يُخْرِجُ ٱلْخَبْءَ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ وَيَعْلَمُ مَا تُخْفُونَ وَمَا تُعْلِنُونَ٢٥
allā yasjudū lillahi alladhī yukh'riju l-khaba-a fī l-samāwāti wal-arḍi wayaʿlamu mā tukh'fūna wamā tuʿ'linūna
Artinya: mereka (juga) tidak menyembah Allah yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi dan yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan yang kamu tampakkan.
٢٦
Ayat
ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ ۩٢٦
al-lahu lā ilāha illā huwa rabbu l-ʿarshi l-ʿaẓīmi
Artinya: Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan Yang mempunyai Arasy yang agung."
٢٧
Ayat
۞ قَالَ سَنَنظُرُ أَصَدَقْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْكَـٰذِبِينَ٢٧
qāla sananẓuru aṣadaqta am kunta mina l-kādhibīna
Artinya: Dia (Sulaiman) berkata, "Akan kami lihat, apa kamu benar, atau termasuk yang berdusta.
٢٨
Ayat
ٱذْهَب بِّكِتَـٰبِى هَـٰذَا فَأَلْقِهْ إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَٱنظُرْ مَاذَا يَرْجِعُونَ٢٨
idh'hab bikitābī hādhā fa-alqih ilayhim thumma tawalla ʿanhum fa-unẓur mādhā yarjiʿūna
Artinya: Pergilah dengan (membawa) suratku ini, lalu jatuhkanlah kepada mereka, kemudian berpalinglah dari mereka, lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan."
٢٩
Ayat
قَالَتْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُاْ إِنِّىٓ أُلْقِىَ إِلَىَّ كِتَـٰبٌ كَرِيمٌ٢٩
qālat yāayyuhā l-mala-u innī ul'qiya ilayya kitābun karīmun
Artinya: Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sepucuk surat yang mulia."
٣٠
Ayat
إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَـٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ٣٠
innahu min sulaymāna wa-innahu bis'mi l-lahi l-raḥmāni l-raḥīmi
Artinya: Sesungguhnya (surat) itu dari Sulaiman yang isinya, "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
٣١
Ayat
أَلَّا تَعْلُواْ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ٣١
allā taʿlū ʿalayya watūnī mus'limīna
Artinya: janganlah engkau berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."
٣٢
Ayat
قَالَتْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُاْ أَفْتُونِى فِىٓ أَمْرِى مَا كُنتُ قَاطِعَةً أَمْرًا حَتَّىٰ تَشْهَدُونِ٣٢
qālat yāayyuhā l-mala-u aftūnī fī amrī mā kuntu qāṭiʿatan amran ḥattā tashhadūni
Artinya: Dia (Balqis) berkata, "Wahai para pembesar! Berilah aku pertimbangan dalam perkaraku (ini). Aku tidak pernah memutuskan suatu perkara sebelum kamu hadir dalam majelis(ku)."
٣٣
Ayat
قَالُواْ نَحْنُ أُوْلُواْ قُوَّةٍ وَأُوْلُواْ بَأْسٍ شَدِيدٍ وَٱلْأَمْرُ إِلَيْكِ فَٱنظُرِى مَاذَا تَأْمُرِينَ٣٣
qālū naḥnu ulū quwwatin wa-ulū basin shadīdin wal-amru ilayki fa-unẓurī mādhā tamurīna
Artinya: Mereka menjawab, "Kita memiliki kekuatan dan keberanian yang luar biasa (untuk berperang), tetapi keputusan berada di tanganmu; maka pertimbangankanlah apa yang akan engkau perintahkan."
٣٤
Ayat
قَالَتْ إِنَّ ٱلْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُواْ قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوٓاْ أَعِزَّةَ أَهْلِهَآ أَذِلَّةً‌ۖ وَكَذَٲلِكَ يَفْعَلُونَ٣٤
qālat inna l-mulūka idhā dakhalū qaryatan afsadūhā wajaʿalū aʿizzata ahlihā adhillatan wakadhālika yafʿalūna
Artinya: Dia (Balqis) berkata, "Sesungguhnya raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian yang akan mereka perbuat.
٣٥
Ayat
وَإِنِّى مُرْسِلَةٌ إِلَيْهِم بِهَدِيَّةٍ فَنَاظِرَةُۢ بِمَ يَرْجِعُ ٱلْمُرْسَلُونَ٣٥
wa-innī mur'silatun ilayhim bihadiyyatin fanāẓiratun bima yarjiʿu l-mur'salūna
Artinya: Dan sungguh, aku akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku) akan menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh para utusan itu."
٣٦
Ayat
فَلَمَّا جَآءَ سُلَيْمَـٰنَ قَالَ أَتُمِدُّونَنِ بِمَالٍ فَمَآ ءَاتَـٰنِۦَ ٱللَّهُ خَيْرٌ مِّمَّآ ءَاتَـٰكُم بَلْ أَنتُم بِهَدِيَّتِكُمْ تَفْرَحُونَ٣٦
falammā jāa sulaymāna qāla atumiddūnani bimālin famā ātāniya l-lahu khayrun mimmā ātākum bal antum bihadiyyatikum tafraḥūna
Artinya: Maka ketika para (utusan itu) sampai kepada Sulaiman, dia (Sulaiman) berkata, "Apakah kamu akan memberi harta kepadaku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu.
٣٧
Ayat
ٱرْجِعْ إِلَيْهِمْ فَلَنَأْتِيَنَّهُم بِجُنُودٍ لَّا قِبَلَ لَهُم بِهَا وَلَنُخْرِجَنَّهُم مِّنْهَآ أَذِلَّةً وَهُمْ صَـٰغِرُونَ٣٧
ir'jiʿ ilayhim falanatiyannahum bijunūdin lā qibala lahum bihā walanukh'rijannahum min'hā adhillatan wahum ṣāghirūna
Artinya: Kembalilah kepada mereka! Sungguh, Kami pasti akan mendatangi mereka dengan bala tentara yang mereka tidak mampu melawannya, dan akan kami usir mereka dari negeri itu (Saba`) secara terhina dan mereka akan menjadi (tawanan) yang hina dina."
٣٨
Ayat
قَالَ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُاْ أَيُّكُمْ يَأْتِينِى بِعَرْشِهَا قَبْلَ أَن يَأْتُونِى مُسْلِمِينَ٣٨
qāla yāayyuhā l-mala-u ayyukum yatīnī biʿarshihā qabla an yatūnī mus'limīna
Artinya: Dia (Sulaiman) berkata, "Wahai para pembesar! Siapakah di antara kamu yang sanggup membawa singgasananya kepadaku sebelum mereka datang kepadaku menyerahkan diri?"
٣٩
Ayat
قَالَ عِفْرِيتٌ مِّنَ ٱلْجِنِّ أَنَا۟ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن تَقُومَ مِن مَّقَامِكَ‌ۖ وَإِنِّى عَلَيْهِ لَقَوِىٌّ أَمِينٌ٣٩
qāla ʿif'rītun mina l-jini anā ātīka bihi qabla an taqūma min maqāmika wa-innī ʿalayhi laqawiyyun amīnun
Artinya: Ifrit dalam golongan jin berkata, "Akulah yang akan membawanya kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; dan sungguh, aku kuat melakukannya dan dapat dipercaya."
٤٠
Ayat
قَالَ ٱلَّذِى عِندَهُۥ عِلْمٌ مِّنَ ٱلْكِتَـٰبِ أَنَا۟ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ‌ۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسْتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَـٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى لِيَبْلُوَنِىٓ ءَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ‌ۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِۦ‌ۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّى غَنِىٌّ كَرِيمٌ٤٠
qāla alladhī ʿindahu ʿil'mun mina l-kitābi anā ātīka bihi qabla an yartadda ilayka ṭarfuka falammā raāhu mus'taqirran ʿindahu qāla hādhā min faḍli rabbī liyabluwanī a-ashkuru am akfuru waman shakara fa-innamā yashkuru linafsihi waman kafara fa-inna rabbī ghaniyyun karīmun
Artinya: Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka ketika dia (Sulaiman) melihat singgasana itu terletak di hadapannya, dia pun berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya). Barang siapa bersyukur, maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri, dan barang siapa ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Mahakaya, Mahamulia."
٤١
Ayat
قَالَ نَكِّرُواْ لَهَا عَرْشَهَا نَنظُرْ أَتَهْتَدِىٓ أَمْ تَكُونُ مِنَ ٱلَّذِينَ لَا يَهْتَدُونَ٤١
qāla nakkirū lahā ʿarshahā nanẓur atahtadī am takūnu mina alladhīna lā yahtadūna
Artinya: Dia (Sulaiman) berkata, "Ubahlah untuknya singgasananya; kita akan melihat apakah dia (Balqis) mengenal; atau tidak mengenalnya lagi."
٤٢
Ayat
فَلَمَّا جَآءَتْ قِيلَ أَهَـٰكَذَا عَرْشُكِ‌ۖ قَالَتْ كَأَنَّهُۥ هُوَ‌ۚ وَأُوتِينَا ٱلْعِلْمَ مِن قَبْلِهَا وَكُنَّا مُسْلِمِينَ٤٢
falammā jāat qīla ahākadhā ʿarshuki qālat ka-annahu huwa waūtīnā l-ʿil'ma min qablihā wakunnā mus'limīna
Artinya: Maka ketika dia (Balqis) datang, ditanyakanlah (kepadanya), "Serupa inikah singgasanamu?" Dia (Balqis) menjawab, "Seakan-akan itulah dia." (Dan dia Balqis berkata), "Kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)."
٤٣
Ayat
وَصَدَّهَا مَا كَانَت تَّعْبُدُ مِن دُونِ ٱللَّهِ‌ۖ إِنَّهَا كَانَتْ مِن قَوْمٍ كَـٰفِرِينَ٤٣
waṣaddahā mā kānat taʿbudu min dūni l-lahi innahā kānat min qawmin kāfirīna
Artinya: Dan kebiasaannya menyembah selain Allah mencegahnya (untuk menampakkan keislamannya), sesungguhnya dia (Balqis) dahulu termasuk orang-orang kafir.
٤٤
Ayat
قِيلَ لَهَا ٱدْخُلِى ٱلصَّرْحَ‌ۖ فَلَمَّا رَأَتْهُ حَسِبَتْهُ لُجَّةً وَكَشَفَتْ عَن سَاقَيْهَا‌ۚ قَالَ إِنَّهُۥ صَرْحٌ مُّمَرَّدٌ مِّن قَوَارِيرَ‌ۗ قَالَتْ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى وَأَسْلَمْتُ مَعَ سُلَيْمَـٰنَ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ٤٤
qīla lahā ud'khulī l-ṣarḥa falammā ra-athu ḥasibathu lujjatan wakashafat ʿan sāqayhā qāla innahu ṣarḥun mumarradun min qawārīra qālat rabbi innī ẓalamtu nafsī wa-aslamtu maʿa sulaymāna lillahi rabbi l-ʿālamīna
Artinya: Dikatakan kepadanya (Balqis), "Masuklah ke dalam istana." Maka ketika dia (Balqis) melihat (lantai istana) itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya (penutup) kedua betisnya, Dia (Sulaiman) berkata, "Sesungguhnya ini hanyalah lantai istana yang dilapisi kaca." Dia (Balqis) berkata, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah berbuat zalim terhadap diriku. Aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam."
٤٥
Ayat
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَـٰلِحًا أَنِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِيقَانِ يَخْتَصِمُونَ٤٥
walaqad arsalnā ilā thamūda akhāhum ṣāliḥan ani uʿ'budū l-laha fa-idhā hum farīqāni yakhtaṣimūna
Artinya: Dan sungguh, Kami telah mengutus kepada (kaum) Samud saudara mereka yaitu Saleh (yang menyeru), "Sembahlah Allah!" Tetapi tiba-tiba mereka (menjadi) dua golongan yang bermusuhan.
٤٦
Ayat
قَالَ يَـٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ‌ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ٤٦
qāla yāqawmi lima tastaʿjilūna bil-sayi-ati qabla l-ḥasanati lawlā tastaghfirūna l-laha laʿallakum tur'ḥamūna
Artinya: Dia (Saleh) berkata, "Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (kamu meminta) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat?"
٤٧
Ayat
قَالُواْ ٱطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَ‌ۚ قَالَ طَـٰٓئِرُكُمْ عِندَ ٱللَّهِ‌ۖ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ٤٧
qālū iṭṭayyarnā bika wabiman maʿaka qāla ṭāirukum ʿinda l-lahi bal antum qawmun tuf'tanūna
Artinya: Mereka menjawab, "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan oleh kamu dan orang-orang yang bersamamu." Dia (Saleh) berkata, "Nasibmu ada pada Allah (bukan kami yang menjadi sebab), tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji."
٤٨
Ayat
وَكَانَ فِى ٱلْمَدِينَةِ تِسْعَةُ رَهْطٍ يُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا يُصْلِحُونَ٤٨
wakāna fī l-madīnati tis'ʿatu rahṭin yuf'sidūna fī l-arḍi walā yuṣ'liḥūna
Artinya: Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang berbuat kerusakan di bumi, mereka tidak melakukan perbaikan.
٤٩
Ayat
قَالُواْ تَقَاسَمُواْ بِٱللَّهِ لَنُبَيِّتَنَّهُۥ وَأَهْلَهُۥ ثُمَّ لَنَقُولَنَّ لِوَلِيِّهِۦ مَا شَهِدْنَا مَهْلِكَ أَهْلِهِۦ وَإِنَّا لَصَـٰدِقُونَ٤٩
qālū taqāsamū bil-lahi lanubayyitannahu wa-ahlahu thumma lanaqūlanna liwaliyyihi mā shahid'nā mahlika ahlihi wa-innā laṣādiqūna
Artinya: Mereka berkata, "Bersumpahlah kamu dengan (nama) Allah, bahwa kita pasti akan menyerang dia bersama keluarganya pada malam hari, kemudian kita akan mengatakan kepada ahli warisnya (bahwa) kita tidak menyaksikan kebinasaan keluarganya itu, dan sungguh, kita orang yang benar."
٥٠
Ayat
وَمَكَرُواْ مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ٥٠
wamakarū makran wamakarnā makran wahum lā yashʿurūna
Artinya: Dan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedang mereka tidak menyadari.
٥١
Ayat
فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ مَكْرِهِمْ أَنَّا دَمَّرْنَـٰهُمْ وَقَوْمَهُمْ أَجْمَعِينَ٥١
fa-unẓur kayfa kāna ʿāqibatu makrihim annā dammarnāhum waqawmahum ajmaʿīna
Artinya: Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya.
٥٢
Ayat
فَتِلْكَ بُيُوتُهُمْ خَاوِيَةَۢ بِمَا ظَلَمُوٓاْ‌ۗ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَةً لِّقَوْمٍ يَعْلَمُونَ٥٢
fatil'ka buyūtuhum khāwiyatan bimā ẓalamū inna fī dhālika laāyatan liqawmin yaʿlamūna
Artinya: Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui.
٥٣
Ayat
وَأَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ٥٣
wa-anjaynā alladhīna āmanū wakānū yattaqūna
Artinya: Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.
٥٤
Ayat
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَـٰحِشَةَ وَأَنتُمْ تُبْصِرُونَ٥٤
walūṭan idh qāla liqawmihi atatūna l-fāḥishata wa-antum tub'ṣirūna
Artinya: Dan (ingatlah kisah) Luṭ, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fāḥisyah (keji), padahal kamu melihatnya (kekejian perbuatan maksiat itu)?"
٥٥
Ayat
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ‌ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ٥٥
a-innakum latatūna l-rijāla shahwatan min dūni l-nisāi bal antum qawmun tajhalūna
Artinya: Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).
٥٦
Ayat
۞ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخْرِجُوٓاْ ءَالَ لُوطٍ مِّن قَرْيَتِكُمْ‌ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ٥٦
famā kāna jawāba qawmihi illā an qālū akhrijū āla lūṭin min qaryatikum innahum unāsun yataṭahharūna
Artinya: Jawaban kaumnya tidak lain hanya dengan mengatakan, "Usirlah Luṭ dan keluarganya dari negerimu; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (menganggap dirinya) suci."
٥٧
Ayat
فَأَنجَيْنَـٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ قَدَّرْنَـٰهَا مِنَ ٱلْغَـٰبِرِينَ٥٧
fa-anjaynāhu wa-ahlahu illā im'ra-atahu qaddarnāhā mina l-ghābirīna
Artinya: Maka Kami selamatkan dia dan keluarganya, kecuali istrinya. Kami telah menentukan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
٥٨
Ayat
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا‌ۖ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلْمُنذَرِينَ٥٨
wa-amṭarnā ʿalayhim maṭaran fasāa maṭaru l-mundharīna
Artinya: Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu), maka sangat buruklah hujan (yang ditimpakan) pada orang-orang yang diberi peringatan itu (tetapi tidak mengindahkan).
٥٩
Ayat
قُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ وَسَلَـٰمٌ عَلَىٰ عِبَادِهِ ٱلَّذِينَ ٱصْطَفَىٰٓ‌ۗ ءَآللَّهُ خَيْرٌ أَمَّا يُشْرِكُونَ٥٩
quli l-ḥamdu lillahi wasalāmun ʿalā ʿibādihi alladhīna iṣ'ṭafā āllahu khayrun ammā yush'rikūna
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Segala puji bagi Allah dan salam sejahtera atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan (dengan Dia)?"
٦٠
Ayat
أَمَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضَ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَّا كَانَ لَكُمْ أَن تُنۢبِتُواْ شَجَرَهَآ‌ۗ أَءِلَـٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ‌ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ٦٠
amman khalaqa l-samāwāti wal-arḍa wa-anzala lakum mina l-samāi māan fa-anbatnā bihi ḥadāiqa dhāta bahjatin mā kāna lakum an tunbitū shajarahā a-ilāhun maʿa l-lahi bal hum qawmun yaʿdilūna
Artinya: Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air dari langit untukmu, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah? Kamu tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya. Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).
٦١
Ayat
أَمَّن جَعَلَ ٱلْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَـٰلَهَآ أَنْهَـٰرًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَٲسِىَ وَجَعَلَ بَيْنَ ٱلْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا‌ۗ أَءِلَـٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ‌ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ٦١
amman jaʿala l-arḍa qarāran wajaʿala khilālahā anhāran wajaʿala lahā rawāsiya wajaʿala bayna l-baḥrayni ḥājizan a-ilāhun maʿa l-lahi bal aktharuhum lā yaʿlamūna
Artinya: Bukankah Dia (Allah) telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sebenarnya kebanyakan mereka tidak mengetahui.
٦٢
Ayat
أَمَّن يُجِيبُ ٱلْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ ٱلسُّوٓءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَآءَ ٱلْأَرْضِ‌ۗ أَءِلَـٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ‌ۚ قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُونَ٦٢
amman yujību l-muḍ'ṭara idhā daʿāhu wayakshifu l-sūa wayajʿalukum khulafāa l-arḍi a-ilāhun maʿa l-lahi qalīlan mā tadhakkarūna
Artinya: Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.
٦٣
Ayat
أَمَّن يَهْدِيكُمْ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَمَن يُرْسِلُ ٱلرِّيَـٰحَ بُشْرَۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦٓ‌ۗ أَءِلَـٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ‌ۚ تَعَـٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ٦٣
amman yahdīkum fī ẓulumāti l-bari wal-baḥri waman yur'silu l-riyāḥa bush'ran bayna yaday raḥmatihi a-ilāhun maʿa l-lahi taʿālā l-lahu ʿammā yush'rikūna
Artinya: Bukankah Dia (Allah) yang memberi petunjuk kepada kamu dalam kegelapan di daratan dan lautan dan yang mendatangkan angin sebagai kabar gembira sebelum (kedatangan) rahmat-Nya? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Mahatinggi Allah terhadap apa yang mereka persekutukan.
٦٤
Ayat
أَمَّن يَبْدَؤُاْ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ وَمَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ‌ۗ أَءِلَـٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ‌ۚ قُلْ هَاتُواْ بُرْهَـٰنَكُمْ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ٦٤
amman yabda-u l-khalqa thumma yuʿīduhu waman yarzuqukum mina l-samāi wal-arḍi a-ilāhun maʿa l-lahi qul hātū bur'hānakum in kuntum ṣādiqīna
Artinya: Bukankah Dia (Allah) yang menciptakan (makhluk) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (lagi) dan yang memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Katakanlah, "Kemukakanlah bukti kebenaranmu, jika kamu orang yang benar."
٦٥
Ayat
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ ٱلْغَيْبَ إِلَّا ٱللَّهُ‌ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ٦٥
qul lā yaʿlamu man fī l-samāwāti wal-arḍi l-ghayba illā l-lahu wamā yashʿurūna ayyāna yub'ʿathūna
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan."
٦٦
Ayat
بَلِ ٱدَّٲرَكَ عِلْمُهُمْ فِى ٱلْأَخِرَةِ‌ۚ بَلْ هُمْ فِى شَكٍّ مِّنْهَا‌ۖ بَلْ هُم مِّنْهَا عَمُونَ٦٦
bali iddāraka ʿil'muhum fī l-ākhirati bal hum fī shakkin min'hā bal hum min'hā ʿamūna
Artinya: Bahkan pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (ke sana). Bahkan mereka ragu-ragu tentangnya (akhirat). Bahkan mereka buta tentang itu.
٦٧
Ayat
وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٲبًا وَءَابَآؤُنَآ أَئِنَّا لَمُخْرَجُونَ٦٧
waqāla alladhīna kafarū a-idhā kunnā turāban waābāunā a-innā lamukh'rajūna
Artinya: Dan orang-orang yang kafir berkata, "Setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) nenek moyang kita, apakah benar kita akan dikeluarkan (dari kubur)?
٦٨
Ayat
لَقَدْ وُعِدْنَا هَـٰذَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ٦٨
laqad wuʿid'nā hādhā naḥnu waābāunā min qablu in hādhā illā asāṭīru l-awalīna
Artinya: Sejak dahulu kami telah diberi ancaman dengan ini (hari kebangkitan); kami dan nenek moyang kami. Sebenarnya ini hanyalah dongeng orang-orang terdahulu."
٦٩
Ayat
قُلْ سِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ٦٩
qul sīrū fī l-arḍi fa-unẓurū kayfa kāna ʿāqibatu l-muj'rimīna
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Berjalanlah kamu di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa.
٧٠
Ayat
وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُن فِى ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ٧٠
walā taḥzan ʿalayhim walā takun fī ḍayqin mimmā yamkurūna
Artinya: Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka."
٧١
Ayat
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَـٰدِقِينَ٧١
wayaqūlūna matā hādhā l-waʿdu in kuntum ṣādiqīna
Artinya: Dan mereka (orang kafir) berkata, "Kapankah datangnya janji (azab) itu, jika kamu orang yang benar."
٧٢
Ayat
قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ رَدِفَ لَكُم بَعْضُ ٱلَّذِى تَسْتَعْجِلُونَ٧٢
qul ʿasā an yakūna radifa lakum baʿḍu alladhī tastaʿjilūna
Artinya: Katakanlah (Muhammad), "Boleh jadi sebagian dari (azab) yang kamu minta disegerakan itu telah hampir sampai kepadamu."
٧٣
Ayat
وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ٧٣
wa-inna rabbaka ladhū faḍlin ʿalā l-nāsi walākinna aktharahum lā yashkurūna
Artinya: Dan Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki karunia (yang diberikan-Nya) kepada manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya).
٧٤
Ayat
وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ٧٤
wa-inna rabbaka layaʿlamu mā tukinnu ṣudūruhum wamā yuʿ'linūna
Artinya: Dan sungguh, Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan dalam dada mereka dan apa yang mereka nyatakan.
٧٥
Ayat
وَمَا مِنْ غَآئِبَةٍ فِى ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍ مُّبِينٍ٧٥
wamā min ghāibatin fī l-samāi wal-arḍi illā fī kitābin mubīnin
Artinya: Dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi di langit dan di bumi, melainkan (tercatat) dalam Kitab yang jelas (Lauḥ Maḥfūẓ).
٧٦
Ayat
إِنَّ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَقُصُّ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٲٓءِيلَ أَكْثَرَ ٱلَّذِى هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ٧٦
inna hādhā l-qur'āna yaquṣṣu ʿalā banī is'rāīla akthara alladhī hum fīhi yakhtalifūna
Artinya: Sungguh, Alquran ini menjelaskan kepada Bani Israil sebagian besar dari (perkara) yang mereka perselisihkan.
٧٧
Ayat
وَإِنَّهُۥ لَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ٧٧
wa-innahu lahudan waraḥmatun lil'mu'minīna
Artinya: Dan Sungguh, (Alquran) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.
٧٨
Ayat
إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِى بَيْنَهُم بِحُكْمِهِۦ‌ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْعَلِيمُ٧٨
inna rabbaka yaqḍī baynahum biḥuk'mihi wahuwa l-ʿazīzu l-ʿalīmu
Artinya: Sungguh, Tuhanmu akan menyelesaikannya (perkara) di antara mereka dengan hukum-Nya, dan Dia Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
٧٩
Ayat
فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ‌ۖ إِنَّكَ عَلَى ٱلْحَقِّ ٱلْمُبِينِ٧٩
fatawakkal ʿalā l-lahi innaka ʿalā l-ḥaqi l-mubīni
Artinya: Maka bertawakallah kepada Allah, sungguh engkau (Muhammad) berada di atas kebenaran yang nyata.
٨٠
Ayat
إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ ٱلْمَوْتَىٰ وَلَا تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ ٱلدُّعَآءَ إِذَا وَلَّوْاْ مُدْبِرِينَ٨٠
innaka lā tus'miʿu l-mawtā walā tus'miʿu l-ṣuma l-duʿāa idhā wallaw mud'birīna
Artinya: Sungguh, engkau tidak dapat menjadikan orang yang mati dapat mendengar dan (tidak pula) menjadikan orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka telah berpaling ke belakang.
٨١
Ayat
وَمَآ أَنتَ بِهَـٰدِى ٱلْعُمْىِ عَن ضَلَـٰلَتِهِمْ‌ۖ إِن تُسْمِعُ إِلَّا مَن يُؤْمِنُ بِـَٔـايَـٰتِنَا فَهُم مُّسْلِمُونَ٨١
wamā anta bihādī l-ʿum'yi ʿan ḍalālatihim in tus'miʿu illā man yu'minu biāyātinā fahum mus'limūna
Artinya: Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk orang buta dari kesesatannya. Engkau tidak dapat menjadikan (seorang pun) mendengar, kecuali orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, lalu mereka berserah diri.
٨٢
Ayat
۞ وَإِذَا وَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِمْ أَخْرَجْنَا لَهُمْ دَآبَّةً مِّنَ ٱلْأَرْضِ تُكَلِّمُهُمْ أَنَّ ٱلنَّاسَ كَانُواْ بِـَٔـايَـٰتِنَا لَا يُوقِنُونَ٨٢
wa-idhā waqaʿa l-qawlu ʿalayhim akhrajnā lahum dābbatan mina l-arḍi tukallimuhum anna l-nāsa kānū biāyātinā lā yūqinūna
Artinya: Dan apabila perkataan (ketentuan masa kehancuran alam) telah berlaku atas mereka, Kami keluarkan makhluk bergerak yang bernyawa dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.
٨٣
Ayat
وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ فَوْجًا مِّمَّن يُكَذِّبُ بِـَٔـايَـٰتِنَا فَهُمْ يُوزَعُونَ٨٣
wayawma naḥshuru min kulli ummatin fawjan mimman yukadhibu biāyātinā fahum yūzaʿūna
Artinya: Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat, segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).
٨٤
Ayat
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُو قَالَ أَكَذَّبْتُم بِـَٔـايَـٰتِى وَلَمْ تُحِيطُواْ بِهَا عِلْمًا أَمَّاذَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ٨٤
ḥattā idhā jāū qāla akadhabtum biāyātī walam tuḥīṭū bihā ʿil'man ammādhā kuntum taʿmalūna
Artinya: Hingga apabila mereka datang, Dia (Allah) berfirman, "Mengapa kamu dulu mendustakan ayat-ayat-Ku, padahal kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, atau apakah yang telah kamu kerjakan?"
٨٥
Ayat
وَوَقَعَ ٱلْقَوْلُ عَلَيْهِم بِمَا ظَلَمُواْ فَهُمْ لَا يَنطِقُونَ٨٥
wawaqaʿa l-qawlu ʿalayhim bimā ẓalamū fahum lā yanṭiqūna
Artinya: Dan berlakulah perkataan (janji azab) atas mereka karena kezaliman mereka, maka mereka tidak dapat berkata.
٨٦
Ayat
أَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا جَعَلْنَا ٱلَّيْلَ لِيَسْكُنُواْ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًا‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ٨٦
alam yaraw annā jaʿalnā al-layla liyaskunū fīhi wal-nahāra mub'ṣiran inna fī dhālika laāyātin liqawmin yu'minūna
Artinya: Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman.
٨٧
Ayat
وَيَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ‌ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَٲخِرِينَ٨٧
wayawma yunfakhu fī l-ṣūri fafaziʿa man fī l-samāwāti waman fī l-arḍi illā man shāa l-lahu wakullun atawhu dākhirīna
Artinya: Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.
٨٨
Ayat
وَتَرَى ٱلْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِىَ تَمُرُّ مَرَّ ٱلسَّحَابِ‌ۚ صُنْعَ ٱللَّهِ ٱلَّذِىٓ أَتْقَنَ كُلَّ شَىْءٍ‌ۚ إِنَّهُۥ خَبِيرُۢ بِمَا تَفْعَلُونَ٨٨
watarā l-jibāla taḥsabuhā jāmidatan wahiya tamurru marra l-saḥābi ṣun'ʿa l-lahi alladhī atqana kulla shayin innahu khabīrun bimā tafʿalūna
Artinya: Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
٨٩
Ayat
مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيْرٌ مِّنْهَا وَهُم مِّن فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ ءَامِنُونَ٨٩
man jāa bil-ḥasanati falahu khayrun min'hā wahum min fazaʿin yawma-idhin āminūna
Artinya: Barangsiapa membawa kebaikan, maka dia memperoleh (balasan) yang lebih baik daripadanya, sedang mereka merasa aman dari kejutan (yang dahsyat) pada hari itu.
٩٠
Ayat
وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَكُبَّتْ وُجُوهُهُمْ فِى ٱلنَّارِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ٩٠
waman jāa bil-sayi-ati fakubbat wujūhuhum fī l-nāri hal tuj'zawna illā mā kuntum taʿmalūna
Artinya: Dan barangsiapa membawa kejahatan, maka disungkurkanlah wajah mereka ke dalam neraka. Kamu tidak diberi balasan, melainkan (setimpal) dengan apa yang telah kamu kerjakan.
٩١
Ayat
إِنَّمَآ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَـٰذِهِ ٱلْبَلْدَةِ ٱلَّذِى حَرَّمَهَا وَلَهُۥ كُلُّ شَىْءٍ‌ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ٩١
innamā umir'tu an aʿbuda rabba hādhihi l-baldati alladhī ḥarramahā walahu kullu shayin wa-umir'tu an akūna mina l-mus'limīna
Artinya: Aku (Muhammad) hanya diperintahkan menyembah Tuhan negeri ini (Mekkah) yang Dia telah menjadikan suci padanya dan segala sesuatu adalah milik-Nya. Dan aku diperintahkan agar aku termasuk orang muslim,
٩٢
Ayat
وَأَنْ أَتْلُوَاْ ٱلْقُرْءَانَ‌ۖ فَمَنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ‌ۖ وَمَن ضَلَّ فَقُلْ إِنَّمَآ أَنَا۟ مِنَ ٱلْمُنذِرِينَ٩٢
wa-an atluwā l-qur'āna famani ih'tadā fa-innamā yahtadī linafsihi waman ḍalla faqul innamā anā mina l-mundhirīna
Artinya: dan agar aku membacakan Alquran (kepada manusia). Maka barangsiapa mendapat petunjuk, sesungguhnya dia mendapat petunjuk untuk (kebaikan) dirinya, dan barang siapa sesat, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku (ini) tidak lain hanyalah salah seorang pemberi peringatan."
٩٣
Ayat
وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ سَيُرِيكُمْ ءَايَـٰتِهِۦ فَتَعْرِفُونَهَا‌ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَـٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ٩٣
waquli l-ḥamdu lillahi sayurīkum āyātihi fataʿrifūnahā wamā rabbuka bighāfilin ʿammā taʿmalūna
Artinya: Dan katakanlah (Muhammad), "Segala puji bagi Allah, Dia akan memperlihatkan kepadamu tanda-tanda (kebesaran)-Nya, maka kamu akan mengetahuinya. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan."
Mad
dibaca panjang
Ghunnah
dengung
Ikhfa’
samar
Idgham
melebur
Iqlab
ditukar mim
Qalqalah
memantul
Abu-abu
tidak dibaca
علامات الوقف · Tanda Waqaf
لالا وقفJangan berhenti
سسكتSaktah (jeda singkat)
صلىوصل أولىLebih baik lanjut
جوقف جائزBoleh berhenti atau lanjut
تاموقف تامBerhenti sempurna
✕ممنوعTerlarang berhenti
Quran.com API · terjemahan Kemenag RI · Audio: everyayah.com
Sampul Al-Qur’an